Pengepungan Batavia (1628 dan 1629)

Peristiwa DKI Jakarta EVT-0106

Bentuk nama lain dan yang ditolak (2)

Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.

Pengepungan Batavia (1628 dan 1629) Nama utama
The sieges of Batavia (1628 and 1629) Nama lain

Dua serangan Sultan Agung dari Mataram terhadap kedudukan VOC di Batavia, keduanya gagal terutama karena persoalan bekal: lumbung beras yang disiapkan di sepanjang jalur dihancurkan armada VOC, dan pasukan Mataram kelaparan di depan tembok kota.

Dua serangan, dan satu perkara bekal

Sultan Agung menyerang kedudukan VOC di Batavia pada 1628 dan kembali pada 1629. Serangan pertama gagal karena pasukan Mataram datang tanpa alat pengepung yang memadai dan kehabisan bekal setelah pengepungan berlarut. Serangan kedua dipersiapkan dengan penimbunan beras di sepanjang jalur — di Tegal, Cirebon, dan tempat lain — dan gagal karena timbunan itu ditemukan dan dibakar kapal Belanda sebelum pasukan tiba.

Keterangan tentang pembakaran lumbung berasal dari arsip VOC dan tidak dari sumber Jawa. Ia dapat diperiksa dan tidak diperselisihkan. Yang menjadikannya penting bukan rinciannya melainkan apa yang diterangkannya: jarak antara Mataram dan Batavia, sekitar empat ratus kilometer, adalah jarak yang pada masa itu tidak dapat ditempuh pasukan besar tanpa timbunan di tengah jalan, dan siapa yang menguasai laut menguasai timbunan tersebut.

Sumber 123

Bagaimana kekalahan diterangkan

Babad Jawa menerangkan kegagalan ini dengan cara yang berbeda: melalui pengkhianatan panglima, melalui syarat yang tidak dipenuhi, dan melalui kehendak yang lebih tinggi. Sebagian babad menyebut hukuman yang dijatuhkan kepada panglima yang kembali.

Dua jenis penjelasan itu tidak sedang bersaing untuk menjawab pertanyaan yang sama. Arsip VOC menjawab pertanyaan tentang mengapa pasukan tidak dapat bertahan di depan benteng; babad menjawab pertanyaan tentang mengapa seorang raja yang berhak dapat kalah. Ensiklopedia ini menyajikan keduanya berdampingan dan menolak menyusun yang satu sebagai koreksi atas yang lain, sebab penyusunan semacam itu akan membuang keterangan yang hanya dimiliki salah satunya.

Sumber 124

Entri penuh 3 / 3

2 bagian, 4 sumber, satu di antaranya primer.

Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.

Bagaimana kedalaman dihitung →

Lanjut membaca