Hayam Wuruk
Tokoh Jawa Timur
Raja Majapahit 1350–1389, yang pemerintahannya digambarkan dari dalam istana oleh Mpu Prapañca dalam Nagarakretagama, satu-satunya gambaran sezaman yang panjang mengenai kerajaan Jawa mana pun.
Digambarkan dari dalam istana
Hampir seluruh gambaran tentang Hayam Wuruk berasal dari Nagarakretagama, yang ditulis pada 1365 oleh seorang pejabat istananya sendiri dan dipersembahkan kepadanya. Naskah itu menggambarkan perjalanan raja berkeliling wilayah, penerimaan upeti, susunan candi, dan tata upacara istana dengan rincian yang tidak dimiliki sumber lain mana pun dari masa itu di Nusantara.
Justru kerincian itulah yang menuntut kehati-hatian. Sebuah pujian istana menyebutkan apa yang layak disebut di hadapan raja, dan tidak menyebutkan apa yang tidak. Nagarakretagama tidak menyebut kelaparan, wabah, pemberontakan yang gagal, maupun perselisihan di dalam istana, dan ketiadaan itu bukan keterangan bahwa hal-hal tersebut tidak ada.
Entri ini karena itu menyajikan apa yang dikatakan naskah dan menyatakan kedudukan naskah tersebut. Yang dapat ditopang sumber lain — prasasti, catatan Tiongkok, dan peninggalan di Trowulan — adalah bahwa pemerintahan pertengahan abad ke-14 di Jawa timur menjalankan perdagangan jauh, memungut dan membagikan hasil, dan membangun dalam skala yang besar.
Sebuah daftar yang menjadi peta
Pupuh ke-13 dan ke-14 Nagarakretagama memuat daftar panjang nama tempat yang disebut sebagai wilayah yang tunduk, membentang dari Sumatera sampai Papua. Daftar itulah yang pada abad ke-20 dibaca sebagai peta wilayah Majapahit dan dipakai untuk menyatakan bahwa Indonesia memiliki pendahulu yang wilayahnya serupa.
Pembacaan itu dipersoalkan sejak lama dan atas dasar yang jelas. Daftar dalam susastra istana Jawa bukan daftar pemerintahan melainkan pernyataan kedudukan, dan “tunduk” di dalamnya dapat berarti mengirim upeti, mengakui kedudukan lebih tinggi, atau sekadar berdagang. Sebagian nama pada daftar tidak dapat dikenali, dan sebagian lain merujuk tempat yang bukti pemerintahan Majapahitnya tidak ada.
Ensiklopedia ini menyajikan daftar itu sebagai daftar dan perdebatannya sebagai perdebatan. Hal ini dinyatakan pada entri raja dan bukan hanya pada entri naskahnya, sebab pembaca yang mencari Hayam Wuruk umumnya mencari luas wilayahnya, dan itulah tepat pertanyaan yang jawabannya tidak sekokoh yang disangka.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 3 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.