Mpu Prapañca

Tokoh Jawa Timur FIG-0008

Penulis Nagarakretagama (1365), pejabat urusan agama Buddha di istana Majapahit, yang namanya kemungkinan nama samaran dan yang riwayat hidupnya hanya diketahui dari keterangannya sendiri di dalam karyanya.

Nama yang barangkali bukan nama

Penulis Nagarakretagama menyebut dirinya Prapañca, dan kata itu dalam bahasa Sanskerta berarti kira-kira “yang berkata banyak” atau “kebingungan”. Sebagian pengkaji membaca penyebutan itu sebagai nama samaran yang merendah dan bukan nama diri, dan membandingkannya dengan kebiasaan penyair istana yang tidak menyebut nama sebenarnya.

Yang disebutkan naskah tentang dirinya adalah bahwa ia memegang jabatan dharmādhyakṣa ring kasogatan — pengurus urusan agama Buddha di istana — yang diwarisinya dari ayahnya, dan bahwa ia kemudian meninggalkan istana. Bagian penutup naskah memuat nada kekecewaan yang tidak lazim bagi karya pujian, dan bagian itulah yang menjadi dasar sebagian besar dugaan tentang riwayat pribadinya.

Bahwa seorang pejabat Buddha menulis pujian bagi raja yang candinya sebagian besar Siwa adalah keterangan tersendiri tentang susunan keagamaan Majapahit, yang menempatkan kedua ajaran itu berdampingan di bawah satu pemerintahan dengan pengurus masing-masing. Susunan itu tidak sama dengan toleransi dalam pengertian modern, dan entri ini tidak menyamakannya.

Sumber 123

Bertahan karena disalin di tempat lain

Naskah Nagarakretagama yang dikenal sampai abad ke-20 adalah satu salinan lontar yang ditemukan di Cakranagara, Lombok, dan diambil dalam ekspedisi militer Belanda pada 1894. Tanpa penyalinan yang berlanjut di Bali dan Lombok sesudah Majapahit berakhir, karya ini tidak akan sampai kepada siapa pun.

Keadaan pengambilannya menjadi pokok yang berlanjut. Naskah tersebut disimpan di Leiden selama lebih dari satu abad dan diserahkan kepada Indonesia pada 1973. Penyerahan itu adalah salah satu contoh awal pengembalian benda kolonial yang berhasil, dan ia dicatat di sini karena catatan tentang penulis naskah tidak lengkap tanpa catatan tentang bagaimana naskahnya sampai dapat dibaca.

Sejak 2008 naskah ini tercatat dalam Memory of the World UNESCO. Pencatatan semacam itu tidak menambah apa pun kepada isinya, tetapi ia mengubah kedudukan penyimpanan dan pengaksesannya, dan perbedaan antara nilai isi dan kedudukan penyimpanan adalah pokok yang berulang dalam ensiklopedia ini.

Sumber 145

Entri penuh 3 / 3

2 bagian, 5 sumber, satu di antaranya primer.

Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.

Bagaimana kedalaman dihitung →

Lanjut membaca