Keraton Kasepuhan Cirebon

Lembaga Jawa Barat INS-0009

Bentuk nama lain dan yang ditolak (2)

Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.

Keraton Kasepuhan Cirebon Nama utama
Kasepuhan palace, Cirebon Nama lain

Keraton di Cirebon, di peralihan wilayah tutur Jawa dan Sunda, pengemban motif megamendung dan rangkaian Panjang Jimat.

Di peralihan dua wilayah tutur

Keraton Kasepuhan berada di Cirebon, kota di pesisir utara yang terletak tepat pada peralihan wilayah tutur bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Bahasa sehari-hari di kota itu, yang disebut Cirebonan atau Jawa Cirebon, memuat unsur keduanya, dan kedudukannya sebagai bahasa tersendiri atau sebagai dialek Jawa diperselisihkan dengan cara yang sama seperti pada perkara Osing.

Keadaan peralihan itu terbaca pada perbendaharaan keratonnya. Tata busana, tata bangunan, gamelan, dan motif batiknya memuat unsur Jawa, Sunda, Tiongkok, dan Islam dalam susunan yang tidak dapat diuraikan menjadi lapisan yang terpisah. Keraton Cirebon karena itu adalah salah satu tempat tempat anggapan bahwa kebudayaan Indonesia tersusun atas suku bangsa yang berbatas tegas paling jelas terlihat tidak memadai.

Sumber 123

Panjang Jimat, dan megamendung

Panjang Jimat adalah rangkaian peringatan kelahiran Nabi yang berlangsung pada malam 12 Rabiulawal, dengan arak-arakan benda pusaka — terutama piring besar yang menamai upacara itu — dari keraton ke Masjid Agung, dan dengan pembagian nasi kepada yang hadir. Rangkaian ini diselenggarakan bersama oleh beberapa keraton Cirebon, yang sejak pembagian pada abad ke-17 dan ke-18 berjumlah lebih dari satu.

Megamendung, motif awan bertingkat yang menjadi penanda batik Cirebon, berasal dari perbendaharaan rupa Tiongkok yang masuk melalui perdagangan dan melalui perkawinan di lingkungan keraton. Motif itu hari ini dipakai jauh melampaui Cirebon dan jauh melampaui batik, termasuk pada barang cetakan dan lambang resmi, dan pemakaian tersebut adalah pokok yang berkaitan dengan perkara pemakaian motif yang dicatat pada entri batik.

Sumber 452

Entri penuh 3 / 3

2 bagian, 5 sumber, satu di antaranya primer.

Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.

Bagaimana kedalaman dihitung →