Madura
Bahasa Melayu-Polinesia
Terpelihara
Bentuk nama lain dan yang ditolak
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Bahasa Melayu-Polinesia di Pulau Madura, kepulauan di timurnya, dan Tapal Kuda Jawa Timur, dengan tingkat tutur tiga tingkat dan sistem bunyi yang membedakannya tajam dari bahasa Jawa di seberang selat.
Bunyi dan tingkat
Bahasa Madura memiliki deret konsonan beraspirasi — bh, dh, jh, gh — yang tidak dimiliki bahasa Jawa maupun bahasa Melayu, dan yang menjadi ciri pengenal paling cepat dalam tulisan. Vokalnya pun lebih banyak. Kedekatannya dengan bahasa Jawa bersifat serumpun dan kontak, bukan turunan: bahasa Madura bukan ragam bahasa Jawa, meskipun perbendaharaan kata pinjamannya besar.
Tingkat tuturnya tiga: èngghi-bhunten yang paling halus, èngghi-enten di tengah, dan ènjhâ'-iyâ untuk sehari-hari, dengan ragam Sumenep dianggap paling halus. Susunan ini sejajar dengan susunan Jawa dan sebagian besar kosakata halusnya dipinjam dari bahasa Jawa, yang menerangkan hubungan keraton Madura dengan Mataram.
Pegon, dan naskah yang tidak pernah didaftar
Bahasa Madura dituliskan terutama dengan Pegon, aksara Arab yang disesuaikan, dan bukan dengan aksara Jawa, meskipun aksara Jawa juga dipakai di lingkungan keraton Sumenep. Pilihan itu menyatakan tempat penulisan berlangsung: di Madura pusat keberaksaraan adalah pesantren dan bukan keraton, dan yang ditulis adalah kitab, primbon, syair, dan catatan pengajaran.
Akibatnya, korpus tertulis bahasa Madura sebagian besar tidak pernah masuk ke dalam katalog naskah mana pun. Ia berada pada keluarga dan pesantren, disalin dan dipakai, dan tidak dilaporkan kepada lembaga. Keadaan itu perlu dinyatakan ketika seseorang membandingkan “jumlah naskah” antar bahasa daerah: angka yang dibandingkan adalah angka pendaftaran, dan bahasa yang keberaksaraannya berjalan di luar lembaga negara dan keraton akan selalu tampak lebih miskin daripada keadaannya.
Hal kedua yang membentuk keadaan bahasa ini adalah persebaran penuturnya. Penutur bahasa Madura di luar Pulau Madura — di Tapal Kuda Jawa Timur, di Kalimantan Barat, dan di kota-kota besar — lebih banyak daripada yang tinggal di pulau asalnya, dan pewarisan di perantauan berlangsung dengan kekuatan yang sangat berbeda dari satu tempat ke tempat lain.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 3 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.