Aji Saka

Narasi Jawa Tengah NAR-0013

Terpelihara

Narasi kedatangan Aji Saka ke Jawa dan dua utusannya yang saling membunuh karena masing-masing menjalankan perintah yang bertentangan; dari peristiwa itu diterangkan urutan aksara Jawa hana caraka, yang dibaca sebagai kalimat mengenai keduanya.

Dua utusan yang sama patuh

Aji Saka meninggalkan sebilah keris pada seorang pengikutnya dengan perintah agar tidak diserahkan kepada siapa pun selain dirinya sendiri, kemudian mengirim pengikut yang lain untuk mengambilnya. Keduanya menjalankan perintah yang diterimanya, keduanya menolak mengalah, dan keduanya mati. Dari peristiwa itu, menurut penuturan, tersusunlah urutan aksara Jawa: hana caraka, data sawala, padha jayanya, maga bathanga — ada utusan, mereka berselisih, sama kuatnya, keduanya menjadi bangkai.

Urutan aksara itu sendiri mendahului ceritanya. Aksara Jawa adalah turunan Brahmi dan urutan hafalannya adalah urutan yang dibuat untuk dihafal; cerita Aji Saka adalah penjelasan yang diberikan kemudian kepada rangkaian bunyi yang kebetulan dapat dibaca sebagai kalimat. Entri ini menyebut urutan itu sebagai yang lebih dahulu, karena penyajian yang terbalik membuat pembaca mengira aksara Jawa diciptakan oleh peristiwa.

Sumber 123

Tarikh, dan sebuah nama yang berjalan jauh

Nama Aji Saka dikaitkan dengan penanggalan Saka, yang berasal dari India dan berpangkal pada tahun 78 Masehi, dan sebagian penuturan menempatkan kedatangannya ke Jawa pada tahun itu. Kaitan tersebut adalah kaitan nama dan bukan keterangan sejarah: penanggalan Saka masuk ke Jawa bersama seluruh perbendaharaan India pada abad-abad pertama Masehi, melalui perdagangan dan pengajaran, dan bukan melalui kedatangan satu orang.

Cerita ini kerap dipakai untuk menyatakan permulaan peradaban di Jawa — sebelum Aji Saka, menurut penuturan, Jawa dikuasai raksasa pemakan manusia. Penuturan permulaan semacam ini perlu dibaca sebagai pernyataan tentang apa yang dianggap sebagai peradaban oleh penuturnya, dan bukan sebagai catatan tentang keadaan Jawa sebelum abad pertama, yang bukti penghuniannya jauh lebih tua dan bersifat lain sama sekali.

Sumber 124

Entri penuh 3 / 3

2 bagian, 5 sumber, satu di antaranya primer.

Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.

Bagaimana kedalaman dihitung →

Lanjut membaca