Aksara Jawa

Benda Jawa Tengah OBJ-0022

Tidur

Bentuk nama lain dan yang ditolak (2)

Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.

Aksara Jawa Nama utama
Javanese script Nama lain

Aksara turunan Brahmi dengan dua puluh aksara dasar yang masing-masing membawa bunyi a, ditulis bersambung tanpa jarak antarkata, dipakai untuk bahasa Jawa dan sejumlah bahasa lain di pulau ini sampai digantikan huruf Latin pada abad ke-20.

Diajarkan tanpa dipakai

Aksara Jawa diajarkan sebagai bagian muatan lokal di sekolah dasar dan menengah di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, sehingga jumlah orang yang pernah mempelajarinya sangat besar. Jumlah orang yang membacanya di luar kelas jauh lebih kecil, dan jumlah yang menulis dengannya lebih kecil lagi.

Pemakaian yang terlihat hari ini adalah papan nama jalan dan papan kantor pemerintah, yang diwajibkan peraturan daerah, dan judul pada kemasan. Pemakaian itu menyatakan kedudukan aksara sebagai lambang daerah, yang berbeda dari kedudukannya sebagai sarana menulis. Pembedaan ini yang menerangkan keadaan yang tampak bertentangan: aksara ini lebih sering terlihat daripada dua puluh tahun lalu dan lebih jarang dipakai untuk menuliskan sesuatu yang perlu dibaca.

Sumber 12

Dua puluh aksara, dan segala yang menempel padanya

Aksara dasarnya — aksara nglegena — berjumlah dua puluh dan masing-masing membawa bunyi a, sehingga menulis bunyi lain menuntut tanda pengubah. Sandhangan mengubah vokalnya, pangkon mematikan vokalnya, dan pasangan — bentuk kedua dari setiap aksara, ditulis di bawah atau di belakang — dipakai ketika suku kata sebelumnya berakhir konsonan. Dua puluh aksara karena itu datang dengan dua puluh pasangan, ditambah aksara murda untuk nama terhormat, aksara swara untuk vokal berdiri sendiri, aksara rekan untuk bunyi serapan Arab, dan tanda baca tersendiri.

Ditambah lagi bahwa tulisannya tidak berjarak antarkata. Seorang pembaca karena itu harus memisahkan kata sambil membaca, dan pemisahan itu bergantung pada mengetahui kata apa yang mungkin muncul. Inilah sebab teknis mengapa mengenali dua puluh aksara tidak menghasilkan kemampuan membaca: yang menghambat bukan jumlah aksaranya melainkan jumlah keputusan per baris.

Pengodean Unicode pada 2009 menjadikan aksara ini dapat diketik dan dikirim, dan papan ketik untuk telepon tersedia. Kemungkinan itu belum menghasilkan pemakaian sehari-hari yang berarti, dan sebabnya adalah sebab yang sama: yang sedikit bukan orang yang dapat mengetiknya melainkan orang yang dapat membacanya tanpa bersusah payah.

Sumber 345

Entri penuh 3 / 3

2 bagian, 7 sumber, satu di antaranya primer.

Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.

Bagaimana kedalaman dihitung →

Lanjut membaca