Joglo
Benda Jawa Tengah
Menyusut
Rumah Jawa beratap bersusun yang dipikul empat tiang saka guru di tengah, dengan ruang pendhapa terbuka di depan untuk menerima dan dalem tertutup di belakang untuk keluarga.
Empat tiang, dan ruang tanpa dinding
Joglo adalah bentuk atap dan bukan bentuk rumah: atap bertingkat yang bagian tengahnya menjulang, ditopang empat tiang saka guru yang diikat oleh susunan balok bertingkat tumpang sari. Susunan itu memindahkan beban atap ke empat titik, sehingga ruang di bawahnya tidak memerlukan dinding.
Bagian depan rumah Jawa, pendhapa, memanfaatkan sifat itu: ia beratap dan tidak berdinding, dan dipakai untuk menerima tamu, menyelenggarakan pertunjukan, dan mengadakan selamatan. Di belakangnya pringgitan — tempat wayang dipentaskan, dari kata ringgit — dan dalem yang tertutup, dengan senthong tengah di tengahnya yang tidak dipakai untuk tidur. Susunan depan-belakang itu berjalan dari yang paling terbuka ke yang paling tertutup, dan pembagian tersebut menyatakan kedudukan tamu menurut sejauh mana ia dipersilakan masuk.
Rumah yang dibongkar dan dipindahkan
Karena rangkanya disambung dengan pasak dan purus tanpa paku, sebuah joglo dapat dibongkar dan dipasang kembali di tempat lain. Sifat itu berguna bagi pemiliknya pada masa lalu dan menjadi persoalan pada masa sekarang: sejak dasawarsa 1990-an rumah joglo lama dibeli dari desa di Jawa tengah dan Jawa timur, dibongkar, dan dipasang kembali sebagai rumah peristirahatan, restoran, atau bangunan hotel di Bali dan di tempat lain.
Perdagangan itu berjalan dengan harga yang bagi penjual besar dan bagi pembeli murah, dan ia tidak melanggar apa pun. Akibatnya terbaca pada desa: bangunan yang menyusun bentuk sebuah desa berpindah ke tempat lain, dan yang tersisa adalah pekarangan kosong. Ensiklopedia ini mencatatnya karena ia adalah perpindahan benda kebudayaan yang berlangsung di dalam negeri, tanpa perantara asing, dan karena itu tidak terjangkau oleh perbincangan tentang pengembalian benda kolonial yang jauh lebih banyak dibicarakan.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 5 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.