Batak Toba
Masyarakat Sumatera Utara
Terpelihara
Bentuk nama lain dan yang ditolak
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Kelompok berbahasa Batak Toba di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir, dengan sistem marga patrilineal, kerangka kewajiban dalihan na tolu, dan gereja Kristen Protestan yang sejak akhir abad ke-19 menjadi lembaga sosial utamanya.
Marga dan dalihan na tolu
Marga adalah nama patrilineal yang dibawa seumur hidup dan menentukan dengan siapa seseorang boleh menikah. Dalihan na tolu — tungku nan tiga — menamai tiga kedudukan yang harus ditempati setiap orang dalam setiap kegiatan adat: hula-hula, pihak pemberi istri, yang dihormati; dongan tubu, sesama semarga, yang disetarakan; dan boru, pihak penerima istri, yang melayani. Ketiganya berputar: satu keluarga menjadi hula-hula bagi yang satu dan boru bagi yang lain.
Sumber 1
Ulos
Kain tenun ulos berpindah tangan menurut kerangka yang sama: hula-hula memberi ulos, boru membalas dengan uang dan daging. Jenis ulos berbeda untuk kelahiran, pernikahan, dan kematian, dan pemberian yang salah jenis adalah kekeliruan yang dikenali semua pihak.