Gambang Kromong
Praktik DKI Jakarta
Menyusut
Ansambel Betawi yang menggabungkan gambang dan kromong dari perangkat gamelan dengan rebab bersenar dua dari Tiongkok selatan — tehyan, kongahyan, sukong — dan sejak abad ke-20 alat tiup dan gitar listrik.
Dua perbendaharaan dalam satu ansambel
Gambang kromong menggabungkan alat gamelan — gambang kayu dan kromong perunggu — dengan rebab dua dawai dari Tiongkok selatan: tehyan, kongahyan, dan sukong. Larasnya bukan slendro maupun pelog melainkan laras lima nada yang memungkinkan kedua kelompok alat itu dimainkan bersama.
Penggabungan semacam itu bukan percampuran yang terjadi dengan sendirinya melainkan pemecahan teknis: dua perbendaharaan alat dengan sistem laras yang berbeda tidak dapat dimainkan bersama tanpa salah satunya menyesuaikan diri, dan yang terjadi di Batavia adalah penyesuaian yang menghasilkan laras ketiga. Ansambel ini karena itu adalah bukti yang dapat didengar tentang susunan penduduk kota tempat ia lahir.
Lagu lama, dan lagu yang dikarang
Perbendaharaannya terbagi dua. Lagu lama — juga disebut pobin — berjudul Tionghoa dan bersifat instrumental, dan dimainkan dengan susunan yang tetap. Lagu sayur adalah lagu bernyanyi berbahasa Melayu Betawi, yang perbendaharaannya terus bertambah dan yang liriknya kerap jenaka dan menyindir keadaan.
Pembagian itu menerangkan bagaimana ansambel ini bertahan. Bagian yang tetap memerlukan pemain yang menguasai perbendaharaan lama dan jumlahnya menyusut; bagian yang bertambah memungkinkan ansambel ini tetap dipesan untuk perkawinan dan hajatan karena dapat membawakan lagu yang dikenal pendengarnya. Sebuah bentuk yang memiliki bagian yang tetap dan bagian yang terbuka bertahan lebih baik daripada yang hanya memiliki salah satunya, dan ensiklopedia ini mencatat hal ini sebagai keterangan yang berlaku lebih luas daripada satu ansambel.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 3 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.