Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Teks Jawa Barat TXT-0010

Menyusut

Naskah lontar Sunda Kuno bertarikh 1518 berupa ajaran mengenai tata hidup, pekerjaan, dan pengetahuan yang patut dikuasai tiap golongan — bukan kronik melainkan daftar yang menerangkan susunan masyarakat Sunda menjelang jatuhnya Pajajaran.

Daftar yang menjadi keterangan

Sanghyang Siksa Kandang Karesian, bertarikh 1518, bukan babad melainkan ajaran tentang apa yang patut diketahui dan dikerjakan menurut kedudukan seseorang. Bentuknya sebagian besar berupa daftar: pekerjaan dan alatnya, jenis tenunan, jenis tembang dan alat bunyi, nama bahasa asing yang dikenal, jenis makanan, dan pengetahuan yang menjadi bagian tiap golongan.

Justru bentuk daftar itulah yang menjadikannya sumber yang luar biasa. Sebuah pujian istana menyebut apa yang layak disebut; sebuah daftar pekerjaan menyebut apa yang ada. Naskah ini karena itu memberi keterangan tentang kehidupan sehari-hari di Sunda pada awal abad ke-16 yang tidak tersedia dari sumber lain mana pun, termasuk nama alat dan bahan yang memungkinkan perbandingan dengan temuan penggalian.

Sumber 123

Apa yang tidak ada di dalamnya

Naskah ini tidak menunjukkan susunan tingkat tutur seperti yang dikenal dalam bahasa Sunda hari ini. Ketiadaan itu adalah salah satu dasar utama keberatan terhadap anggapan bahwa undak-usuk adalah warisan lama, dan keberatan tersebut dicatat pada entri bahasa Sunda; di sini ia disebut dari sisi naskahnya, karena keterangan tentang apa yang tidak terdapat dalam sebuah sumber sama berharganya dengan keterangan tentang apa yang terdapat, asalkan sumbernya adalah sumber yang seharusnya memuatnya.

Naskah ini juga menyebut sejumlah bahasa asing yang dikenal — antara lain bahasa Cina, Keling, Parsi, dan Mesir — sebagai pengetahuan yang patut dimiliki. Penyebutan itu menerangkan bahwa Sunda pada awal abad ke-16 bukan pedalaman yang tertutup, dan bahwa tarikh naskah ini — setahun sebelum perjanjian Sunda dengan Portugis — jatuh pada masa hubungan luar yang ramai.

Sumber 123

Entri penuh 3 / 3

2 bagian, 3 sumber, satu di antaranya primer.

Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.

Bagaimana kedalaman dihitung →

Lanjut membaca