Osing
Bahasa Melayu-Polinesia
Terpelihara
Ragam Jawa di Banyuwangi yang mempertahankan sejumlah bentuk yang hilang di ragam tengah, dan yang kedudukannya sebagai bahasa tersendiri atau sebagai dialek Jawa diperselisihkan oleh penuturnya sendiri dan oleh ahli bahasa.
Bahasa atau dialek
Secara kebahasaan Osing adalah ragam Jawa: ia saling dimengerti dengan ragam Jawa Timuran dalam sebagian besar percakapan, dan perbedaannya terletak pada bunyi tertentu, sejumlah kosakata, dan bentuk-bentuk yang di tempat lain sudah hilang. Secara kedudukan ia diperlakukan berbeda: pemerintah kabupaten menetapkannya sebagai bahasa daerah tersendiri dan mengajarkannya sebagai muatan lokal dengan nama itu, dan penuturnya menyebutnya bahasa, bukan dialek.
Dua hal itu tidak perlu didamaikan. Ukuran kebahasaan dan ukuran pengakuan menjawab pertanyaan yang berbeda, dan ensiklopedia ini mencatat keduanya tanpa memilih salah satunya. Yang tidak dicatat adalah pernyataan bahwa Osing “bukan Jawa sama sekali”, yang beredar dalam tulisan promosi daerah dan tidak didukung sumber kebahasaan mana pun.
Mocoan Lontar Yusup
Di Banyuwangi berlangsung mocoan, pembacaan Lontar Yusup — kisah Nabi Yusuf dalam bentuk tembang — oleh perkumpulan pemaca pada selamatan, khitanan, dan rangkaian bersih desa. Pembacaannya berlangsung berganti-ganti: satu orang membawakan tembang, yang lain menjawab dengan terjemahan dan keterangan, dan pendengar mengikuti sepanjang malam.
Keberadaan perkumpulan pembaca naskah yang masih bekerja memiliki arti bagi perdebatan pada bagian sebelumnya. Ragam yang disebut sebagian pihak sebagai dialek Jawa memiliki di sini satu perhimpunan tekstual yang berjalan dengan namanya sendiri, jadwalnya sendiri, dan lagunya sendiri yang berbeda dari mocoan di tempat lain di Jawa. Hal itu tidak menyelesaikan pertanyaan bahasa-atau-dialek — pertanyaan itu memang tidak dapat diselesaikan oleh bukti semacam ini — tetapi ia menunjukkan bahwa yang dipersoalkan bukan sekadar kumpulan perbedaan bunyi.
Naskah Lontar Yusup yang dipakai perkumpulan dipegang keluarga pemaca dan disalin turun-temurun. Rekaman yang dibuat untuk entri ini dilakukan atas izin lisan perkumpulan, dan rekaman utuhnya tidak diterbitkan atas permintaan mereka.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 3 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.