Iket Sunda
Benda Jawa Barat
Menyusut
Tutup kepala Sunda dari kain persegi yang dilipat dan diikat tiap kali dipakai, dengan sejumlah cara ikatan bernama yang berbeda menurut daerah dan keperluan.
Sehelai kain persegi
Iket Sunda dibuat dari sehelai kain persegi — umumnya batik atau kain polos — yang dilipat dan diikat di kepala setiap kali dipakai, tanpa jahitan dan tanpa bentuk tetap. Ikatannya bernama: barangbang semplak, julang ngapak, parekos jengkol, kuda ngencar, dan lainnya, masing-masing dengan cara lipat yang berbeda dan dengan pemakaian yang berbeda.
Karena tidak dijahit, satu helai kain dapat menjadi ikatan mana pun, dan yang dimiliki seseorang adalah kainnya sedangkan yang dikuasainya adalah cara mengikatnya. Pembedaan itu berakibat pada pewarisan: yang diwariskan adalah keterampilan dan bukan benda, dan keterampilan yang tidak dipakai tidak meninggalkan bekas yang dapat dihitung.
Dipakai kembali dengan sengaja
Pemakaian iket hampir berhenti pada pertengahan abad ke-20 dan diambil kembali sejak dasawarsa 2000-an oleh perkumpulan kebudayaan Sunda, oleh sebagian pegawai pemerintah daerah pada hari tertentu, dan oleh kalangan muda yang memakainya sebagai penanda kesundaan.
Pengambilan kembali semacam ini perlu disebut sebagai pengambilan kembali dan bukan sebagai kelangsungan. Perbedaannya bukan penilaian atas keasliannya melainkan keterangan tentang jalur pewarisannya: keterampilan yang diambil kembali dipelajari dari orang yang mengajarkannya dengan sengaja, dari buku, dan dari rekaman, dan bukan dari melihat ayah mengikatnya setiap pagi. Jalur yang berbeda menghasilkan perbendaharaan yang berbeda pula — sebagian ikatan yang dahulu dikenal tidak ikut terpulihkan, dan sebagian ikatan baru muncul.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 5 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.