Ken Arok
Tokoh Jawa Timur
Pendiri Singhasari (memerintah 1222–1227) menurut Pararaton, yang riwayatnya dalam naskah itu berupa rangkaian pembunuhan berantai dan keris bertuah, dan yang keberadaannya di luar naskah itu hampir tidak didukung prasasti.
Satu sumber, dan apa yang dikerjakannya
Hampir seluruh yang diketahui tentang Ken Arok berasal dari Pararaton, naskah yang disalin di Bali dan yang bagian awalnya ditulis berabad-abad sesudah peristiwa yang diceritakannya. Prasasti sezaman menyebut penguasa Singhasari tetapi tidak menceritakan riwayat pribadinya, dan sebagian nama pada prasasti tidak berpadanan langsung dengan nama pada Pararaton.
Yang diceritakan Pararaton adalah rangkaian yang berbentuk sangat teratur: seorang anak yang dibuang, pencurian dan pembunuhan, seorang brahmana yang mengenali tanda pada dirinya, sebilah keris yang dipesan dari Mpu Gandring dan dikutuk karena diambil sebelum selesai, dan tujuh keturunan yang mati oleh keris itu. Susunan semacam ini adalah susunan cerita pembenaran kekuasaan: ia menerangkan mengapa orang yang tidak berhak menjadi berhak, dan sekaligus mengapa keturunannya kemudian jatuh.
Karena itu entri ini tidak menyajikan riwayat Ken Arok sebagai peristiwa yang tercatat. Yang dapat dinyatakan dengan dasar yang kuat adalah bahwa seseorang mendirikan Singhasari pada 1222 dengan mengalahkan Kadiri, dan bahwa keturunannya memerintah sampai 1292. Selebihnya adalah penuturan Pararaton, dan entri ini menyebutnya sebagai penuturan.
Keris Mpu Gandring, dan apa yang dikerjakannya sekarang
Kisah keris yang diambil sebelum selesai dan dikutuk pembuatnya adalah bagian Pararaton yang paling dikenal, dan ia hidup jauh di luar naskahnya: ia dipakai dalam pelajaran sekolah, dalam pertunjukan, dan dalam pembicaraan tentang keris pada umumnya, sampai pembaca kerap mengira bahwa kepercayaan tentang keris berbahaya berasal dari cerita ini.
Urutannya justru sebaliknya. Kepercayaan tentang bilah yang membawa akibat bagi pemegangnya lebih tua dan lebih luas daripada Pararaton, dan cerita Mpu Gandring adalah pemakaian kepercayaan tersebut untuk menerangkan jatuhnya sebuah wangsa, bukan sumbernya. Perbedaan itu disebut di sini karena entri benda tentang keris menerangkan pokok yang sama dari sisi lain.
Perlu ditambahkan bahwa Ken Arok hari ini adalah nama yang dipakai di ruang publik Jawa Timur — jalan, patung, kesebelasan, dan penerbitan — dengan nada yang tidak seragam. Sebagian pemakaian menempatkannya sebagai pendiri dan pahlawan daerah, sebagian sebagai contoh orang yang naik dari bawah, dan sebagian sebagai peringatan tentang kekuasaan yang diperoleh dengan pembunuhan. Ketiganya berasal dari naskah yang sama.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 3 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.