Pararaton
Teks Jawa Timur
Menyusut
Kronik Jawa Pertengahan mengenai raja-raja Tumapel dan Majapahit, dibuka dengan riwayat Ken Arok dan ditutup dengan daftar peristiwa bertarikh; teks yang memuat hampir seluruh keterangan yang ada mengenai Ken Arok dan peristiwa Bubat, dan yang tarikh penyusunannya jauh sesudah peristiwa yang diceritakannya.
Dua bagian yang bukan bahan yang sama
Pararaton terbagi menjadi dua bagian yang perlu diperlakukan berbeda. Bagian awal menceritakan riwayat Ken Arok dalam bentuk cerita penuh — kelahiran, tanda, pembunuhan, kutukan keris — dengan sedikit tarikh dan banyak susunan yang berbentuk cerita. Bagian yang kemudian berupa daftar peristiwa bertarikh: penobatan, kematian, perang, upacara, sebagian besar tanpa uraian.
Bagian kedua itulah yang berharga sebagai catatan peristiwa, dan ia sebagian besar bersesuaian dengan prasasti serta dengan Nagarakretagama pada perkara yang dapat diperiksa. Bagian pertama tidak. Pembaca yang mengutip “Pararaton” tanpa menyebut bagian mana sedang menyamakan dua jenis bahan, dan penyamaan itu adalah kekeliruan yang paling sering dijumpai dalam penulisan populer tentang Singhasari.
Disalin di Bali, disunting di Batavia
Seluruh naskah Pararaton yang diketahui berasal dari Bali dan Lombok, dan tidak satu pun berasal dari Jawa. Ini adalah keadaan yang sama dengan Nagarakretagama dan dengan sebagian besar susastra Jawa Kuno: penyalinan berhenti di Jawa dan berlanjut di sebelah timurnya, sehingga sejarah Jawa yang dikenal hari ini sampai melalui tangan penyalin Bali.
Suntingan yang menjadi dasar hampir semua pemakaian modern diterbitkan J. L. A. Brandes pada 1896 dan ditinjau ulang N. J. Krom pada 1920. Sebuah suntingan menetapkan bacaan mana yang dipilih ketika naskah berbeda, dan pilihan itu tidak selalu dinyatakan dalam kutipan yang beredar sesudahnya. Pembaca yang hendak memeriksa satu perkara sampai ke dasarnya perlu kembali ke aparat suntingan tersebut dan bukan ke terjemahan yang mengutipnya.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 5 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.