Dari pengamatan
Pasola
Februari dan Maret, sesudah nyale muncul
Ditetapkan rato tiap kecamatan secara terpisah, sehingga tanggalnya berbeda antara Kodi, Lamboya, dan Wanukaka.
Masyarakat Nusa Tenggara Timur
Menyusut
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Masyarakat Pulau Sumba yang sebagian besar menganut Marapu, agama leluhur yang diurus oleh rato, dan yang menjalankan pasola sebagai bagian dari rangkaian tahunan.
Marapu menamai leluhur dan roh yang menjadi perantara antara manusia dan pencipta. Urusan upacara dipegang rato, yang juga menentukan waktu rangkaian tahunan melalui pengamatan, terutama kemunculan cacing laut nyale. Penetapan waktu itu tidak dapat dihitung dari kalender mana pun di muka.
Dari pengamatan
Februari dan Maret, sesudah nyale muncul
Ditetapkan rato tiap kecamatan secara terpisah, sehingga tanggalnya berbeda antara Kodi, Lamboya, dan Wanukaka.