Putri Mandalika
Narasi Nusa Tenggara Barat
Berdaya penuh
Bentuk nama lain dan yang ditolak
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Narasi seorang putri yang, untuk menghindari perang antara para pelamarnya, menceburkan diri ke laut dan kembali setiap tahun sebagai cacing nyale — narasi yang menerangkan upacara Bau Nyale.
Narasi dan upacara
Bentuk yang paling banyak beredar menyebut Mandalika sebagai putri Kerajaan Tonjang Beru yang dilamar banyak raja. Untuk mencegah pertumpahan darah ia mengumpulkan semua pihak di pantai Seger dan menceburkan diri, menyatakan bahwa ia akan kembali kepada semua orang. Kemunculan nyale di pantai selatan Lombok kemudian dibaca sebagai kembalinya.
Bentuk-bentuk penuturan berbeda mengenai nama kerajaan, jumlah pelamar, dan apakah Mandalika berbicara sebelum atau sesudah menceburkan diri. Perbedaan ini tidak diperlakukan sebagai kesalahan oleh penutur setempat.