Bugis
Masyarakat Sulawesi Selatan
Terpelihara
Bentuk nama lain dan yang ditolak
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Masyarakat berbahasa Bugis di Sulawesi Selatan, pelaut dan pedagang yang permukimannya tersebar di seluruh perairan Nusantara, dan pemilik salah satu korpus sastra terpanjang di dunia, La Galigo.
Pelayaran dan permukiman
Sejak abad ke-17 rombongan Bugis mendirikan permukiman di Kalimantan Timur, Johor, Selangor, Sumatera, dan Nusa Tenggara, kerap sebagai pedagang sekaligus kekuatan politik. Kapal pinisi, yang dibangun di Bulukumba oleh pembuat kapal Konjo, adalah bentuk teknisnya yang paling dikenal.
Sumber 1
Aksara Lontara
Aksara Lontara dipakai untuk menulis Bugis dan Makassar. Namanya berasal dari daun lontar, bahan tulis aslinya. Aksara ini tidak menuliskan konsonan penutup suku kata, sehingga pembacaan naskah lama bergantung pada penguasaan bahasa dan bukan semata pada penguraian huruf.
Koreksi pada entri ini
Koreksi
Koreksi angka. Jumlah halaman salinan La Galigo di Leiden semula ditulis “sekitar 6.000 halaman”. Angka itu keliru dan kini dinyatakan sebagai sekitar 2.851 halaman folio, merujuk katalog penyimpan.