Perang Trunajaya (1674–1680)
Peristiwa Jawa Timur
Bentuk nama lain dan yang ditolak
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Pemberontakan Trunajaya, bangsawan Madura, yang merebut dan menjarah ibu kota Mataram di Plered pada 1677 dan menyebabkan Amangkurat I melarikan diri dan mati di jalan; ditumpas dengan bantuan VOC, yang sesudahnya menagih harganya dalam bentuk wilayah dan monopoli.
Ibu kota yang jatuh
Trunajaya, bangsawan Madura dari Sampang, memimpin pemberontakan terhadap Amangkurat I dengan dukungan kekuatan Makassar yang terusir dari Sulawesi setelah 1667 dan dengan dukungan sebagian bangsawan pesisir. Pada 1677 pasukannya merebut dan menjarah ibu kota Mataram di Plered. Amangkurat I melarikan diri ke barat dan meninggal dalam pelarian di Tegalarum.
Peristiwa jatuhnya ibu kota adalah peristiwa yang jarang dalam sejarah Mataram dan membawa akibat yang melampaui perang itu sendiri: pusaka keraton berpindah tangan, dan penggantinya membangun ibu kota baru di Kartasura. Bahwa yang merebut adalah bangsawan Madura dan bukan kekuatan asing juga penting bagi pembacaannya, sebab ia memperlihatkan bahwa kedudukan Mataram atas pesisir dan atas Madura tidak sekokoh yang dinyatakan babadnya.
Harga yang dibayar untuk kembali
Amangkurat II memperoleh kembali takhta dengan bantuan VOC, dan bantuan itu dibayar: perjanjian yang menyertainya memberikan kepada VOC hak pungutan di sejumlah pelabuhan, penyerahan Semarang, dan hutang yang tidak dapat dilunasi. Pola ini — pihak yang kalah dalam perebutan takhta memanggil VOC, menang, dan menyerahkan wewenang sebagai bayaran — berulang beberapa kali sesudahnya, dan setiap pengulangan menyisakan lebih sedikit wewenang pada keraton.
Perang Trunajaya karena itu adalah titik masuk yang menentukan. Sebelumnya VOC adalah pihak dagang yang berperang bila perlu; sesudahnya ia adalah pihak yang keputusannya menentukan siapa yang duduk di takhta Jawa. Perubahan kedudukan tersebut berlangsung melalui perjanjian dan bukan melalui penaklukan, dan itulah yang menjadikannya mudah dilewatkan dalam penyajian yang mencari peristiwa penaklukan.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 4 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.