Peristiwa Bubat (1357)
Peristiwa Jawa Timur
Diperselisihkan
Bentuk nama lain dan yang ditolak
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Peristiwa Bubat (1357)
Nama utama
The Bubat affair (1357)
Nama lain
Setiap sumber membawa tingkatnya. Tingkat 1 adalah bahan yang berasal dari komunitas sendiri; tingkat 6 adalah sumber tersier yang dicantumkan hanya sebagai penanda klaim yang beredar dan tidak pernah menjadi dasar pernyataan.
- 1 T2 Tingkat 2 — Ilmiah bertelaah sejawatSuntingan dan terjemahan Robson, Stuart. Deśawarṇana (Nāgarakṛtāgama) by Mpu Prapañca. Leiden: KITLV Press, 1995.
- 2 T2 Tingkat 2 — Ilmiah bertelaah sejawatSuntingan dan terjemahan Noorduyn, J. & A. Teeuw. Three Old Sundanese Poems. Leiden: KITLV Press, 2006.
- 3 T2 Tingkat 2 — Ilmiah bertelaah sejawatSuntingan Berg, C. C. “Kidung Sunda: Inleiding, tekst, vertaling en aanteekeningen.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 83 (1927): 1–161.
- 4 T2 Tingkat 2 — Ilmiah bertelaah sejawatSuntingan Brandes, J. L. A. Pararaton (Ken Arok), of het Boek der Koningen van Tumapel en van Majapahit. Batavia: Albrecht, 1896. Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap 49.
- 5 T2 Tingkat 2 — Ilmiah bertelaah sejawatMonografi Ekadjati, Edi S. Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah. Jakarta: Pustaka Jaya, 1995.
- 6 T6 Tingkat 6 — Tersier, belum terverifikasiSumber tersier belum terverifikasi Untaian daring perihal “larangan pernikahan Jawa–Sunda”, tanpa penyunting bernama, diakses 2025. Diikutkan hanya sebagai penanda klaim yang beredar.
- 7 T1 Tingkat 1 — Primer, dari komunitasNaskah Pararaton (Katuturanira Ken Angrok), salinan lontar Bali. Suntingan Brandes, J. L. A. VBG 49 (1896), dengan tinjauan ulang Krom (1920).