Terbuka
Apakah pembagian abangan, santri, dan priyayi menerangkan kehidupan keagamaan Jawa, atau membentuknya?
Pada entri Jawa · 2025-09-04 · Redaksi Jawa
Klaim yang diperselisihkan · CLM-0011
Pemakaian yang meneruskan kerangka Geertz
Kedudukan ilmiah
Ketiga istilah itu dipakai orang Jawa sendiri sebelum ditulis, dan kerangka ini menerangkan perbedaan yang nyata dalam cara upacara dijalankan, dalam pilihan sekolah, dan dalam pilihan politik sepanjang abad ke-20. Sebuah pembagian yang dapat meramalkan begitu banyak hal bukan sekadar bentukan pengamat.
T2 SRC-0221
Keberatan mengenai susunan
Kedudukan ilmiah
Dua istilah pertama menyebut kecenderungan keagamaan dan yang ketiga menyebut kedudukan sosial, sehingga ketiganya tidak berada pada satu sumbu. Seorang priyayi dapat santri; seorang petani dapat priyayi dalam sikap dan bukan dalam kedudukan. Menyandingkan ketiganya menghasilkan golongan yang tidak saling terpisah, dan pemakaiannya dalam politik kemudian memperlakukannya seolah-olah terpisah.
T2 SRC-0222
Keberatan mengenai kesejarahan
Kedudukan ilmiah
Pembelahan abangan–santri yang tajam bukan keadaan Jawa yang selalu ada melainkan hasil abad ke-19 dan ke-20: pembaruan Islam, perluasan pesantren, dan kemudian pertentangan politik yang mempertajamnya. Sebelum itu yang berlaku adalah satu perpaduan yang di dalamnya kedua unsur tidak terpisahkan. Memakai kerangka ini untuk masa sebelum abad ke-19 memasukkan pembelahan ke dalam masa yang belum mengalaminya.
T2 SRC-0216 T2 SRC-0217
Entri Jawa memakai ketiga istilah karena pembaca akan menjumpainya di hampir seluruh tulisan mengenai Jawa, dan menyertakan ketiga keberatan ini pada pemakaian pertamanya. Ia tidak memakai ketiganya sebagai golongan yang menentukan susunan entri.
Setiap kedudukan membawa sumbernya sendiri, dan tingkat sumber itu terlihat. Kedudukan yang hanya bersandar pada sumber tersier tetap dicatat — sebagai pemakaian yang beredar, bukan sebagai keterangan yang setara.