Upacara tutup tahun pertanian Sunda, ketika padi hasil setahun diserahkan ke lumbung dan ditumbuk bersama, dijalankan di kampung adat seperti Cigugur dan Ciptagelar menurut penanggalan pertanian dan bukan penanggalan Masehi.
Menyerahkan padi ke leuit
Seren taun — menyerahkan tahun — adalah upacara akhir tahun pertanian Sunda, ketika padi hasil setahun diserahkan ke leuit, lumbung, dan sebagian ditumbuk bersama. Rangkaiannya meliputi arak-arakan padi dari sawah, penimbangan dan pencatatan, penumbukan bersama dengan alu pada lesung panjang yang menghasilkan irama gondang, dan pembagian.
Padi yang dipakai adalah padi yang dipanen dengan ani-ani dan diikat menjadi pocong, bukan padi yang disabit dan dirontokkan. Perbedaan itu bukan gaya: padi yang disimpan bertangkai di leuit bertahan bertahun-tahun, sedangkan gabah lepas tidak, dan susunan lumbung Sunda dibangun untuk cara penyimpanan yang pertama.
Varietas padi yang diperkenalkan sejak dasawarsa 1970-an berbatang pendek, berumur pendek, dan dipanen dengan sabit; ia tidak sesuai untuk diikat bertangkai dan tidak sesuai untuk disimpan di leuit. Perubahan varietas itu karena itu berakibat langsung pada rangkaian upacara: tanpa padi bertangkai, arak-arakan, penyimpanan, dan penumbukan bersama kehilangan bahannya.
Di tempat yang masih menyelenggarakan seren taun secara lengkap — antara lain Cigugur di Kuningan dan beberapa kampung adat Sunda lainnya — padi lokal bertangkai masih ditanam untuk keperluan tersebut, kadang pada petak khusus yang hasilnya tidak untuk dijual. Ensiklopedia ini mencatat hal ini karena ia memperlihatkan bentuk penyelamatan yang jarang disebut: yang dipertahankan bukan upacaranya melainkan bahan yang membuat upacara itu mungkin.
Ditetapkan kampung adat menurut penanggalan pertanian
Tidak serentak dan tidak dapat dihitung di muka oleh pihak luar: tiap kampung adat menetapkan sendiri menurut panen, dan Cigugur serta Ciptagelar tidak menjalankannya pada waktu yang sama.