Slametan
Praktik Jawa Tengah
Berdaya penuh
Bentuk nama lain dan yang ditolak
Bentuk yang ditolak tetap dapat dicari agar sumber lama tetap dapat ditemukan, tetapi tidak pernah dipakai dalam kalimat entri.
Jamuan bersama yang diadakan pada peralihan — kelahiran, perkawinan, kematian, pindah rumah, hitungan hari tertentu — dengan doa, tumpeng, dan pembagian makanan kepada tetangga, yang maksudnya adalah slamet: keadaan tidak terganggu, bukan kebahagiaan dan bukan keberuntungan.
Bentuk
Tuan rumah mengundang tetangga laki-laki, yang duduk bersila mengelilingi hidangan. Seorang yang ditunjuk menyatakan maksud jamuan itu dalam bahasa Jawa halus — ujub — lalu doa dibacakan dalam bahasa Arab, dan hadirin menjawab. Sesudah itu makanan dibagi dan sebagian besar dibawa pulang dalam berkat; jamuan itu sendiri berlangsung singkat, kerap kurang dari setengah jam.
Yang penting bukan jumlah makanan melainkan bahwa tetangga hadir dan membawa pulang bagian. Slametan menyatakan bahwa sesuatu telah terjadi dan bahwa lingkungan sekitar mengetahuinya; orang yang tidak diundang mengetahui bahwa ia tidak diundang. Karena itu ia bekerja sebagai pengumuman dan sebagai pemeliharaan hubungan bertetangga, dan bukan hanya sebagai ibadah.
Apa yang diperdebatkan mengenainya
Slametan adalah contoh yang paling sering dipakai untuk menerangkan hubungan antara Islam dan adat di Jawa, dan karena itu ia menjadi tempat perselisihan. Bagi sebagian ulama pembaharu ia adalah bid'ah, terutama pada bentuk yang memperingati hari ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000 sesudah kematian, yang tidak berdasar dalam syariat dan dipandang berasal dari kebiasaan sebelum Islam. Bagi sebagian besar yang menjalankannya ia adalah sedekah dengan doa, yang justru dianjurkan.
Perdebatan itu berlangsung di dalam masyarakat Muslim Jawa sendiri, bukan antara Islam dan sesuatu di luarnya, dan sudah berlangsung lebih dari seabad. Yang berubah bukan bentuknya melainkan pembenarannya: slametan yang sama dapat diterangkan sebagai adat, sebagai sedekah, atau sebagai keduanya, dan penjelasan yang diberikan tuan rumah menyatakan kedudukannya dalam perdebatan itu.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 5 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.