Kakawin Sutasoma
Teks Jawa Timur
Menyusut
Kakawin Mpu Tantular dari abad ke-14 mengenai Pangeran Sutasoma, yang di dalamnya terdapat rumusan bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa — kalimat mengenai kesatuan ajaran Siwa dan Buddha yang pada 1950 menjadi semboyan negara dengan arti yang berbeda.
Kalimat yang menjadi lambang negara
Kalimat bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa terdapat pada pupuh 139 Sutasoma. Dalam naskahnya kalimat itu menerangkan hubungan antara ajaran Buddha dan ajaran Siwa: keduanya berbeda namun satu, sebab tidak ada kebenaran yang mendua. Ia adalah pernyataan tentang dua ajaran keagamaan yang hidup berdampingan di satu istana pada abad ke-14, dan bukan pernyataan tentang keragaman suku bangsa.
Pemakaiannya sebagai semboyan negara Indonesia berasal dari usulan Muhammad Yamin dan ditetapkan bersama lambang negara pada 1950, dengan bagian belakang kalimatnya ditinggalkan. Pemindahan makna itu sah sebagai perbuatan kenegaraan dan patut dicatat sebagai peristiwa abad ke-20; yang dicatat ensiklopedia ini adalah bahwa kedua makna tersebut tidak sama, dan bahwa pembaca yang mengira semboyan itu sejak semula berbicara tentang suku bangsa sedang membaca abad ke-20 ke dalam abad ke-14.
Isi kakawinnya sendiri
Sutasoma sendiri adalah kisah seorang pangeran yang menolak takhta dan memilih menjadi pertapa, dan yang pada puncaknya menyerahkan tubuhnya sendiri kepada raja pemakan manusia Purusada agar korban lain dilepaskan. Kakawin ini adalah karya Buddha, dan pokoknya adalah penolakan kekerasan yang dijalankan sampai batas terjauhnya.
Bahwa kalimat tentang dua ajaran yang satu terdapat di dalam karya semacam ini bukan kebetulan: seluruh kakawin itu adalah uraian tentang bagaimana dua hal yang tampak berlawanan dapat dipertemukan. Membaca kalimatnya tanpa membaca karyanya karena itu memutus kalimat itu dari alasan yang membuatnya masuk akal, dan ensiklopedia ini menyebutkan isi kakawinnya justru karena bagian inilah yang hampir tidak pernah disebut ketika semboyannya dibicarakan.
Entri penuh 3 / 3
2 bagian, 4 sumber, satu di antaranya primer.
Penuh bukan berarti selesai. Artinya entri ini melewati ambang yang ditetapkan ensiklopedia ini sebelum ia berbicara panjang.